Perkuat infrastruktur digital, Diskominfo Tangsel siap manfaatkan teknologi IPv6

Table of Contents


TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan prestasi dalam bidang transformasi digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangsel meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah terbaik di Indonesia dalam implementasi Internet Protocol Version 6 (IPv6). Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada ajang IPv6 Enhanced Net 5.5G Conference di Jakarta baru-baru ini.

Direktur Telekomunikasi Komdigi, Aju Widya Sari mengatakan apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa Tangsel telah siap menghadapi lonjakan konektivitas masa depan. “Kami memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah berani Tangsel yang melakukan migrasi protokol internet di saat daerah lain masih terpaku pada protokol lama,” ujar Aju Widya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin menjelaskan pencapaian ini merupakan turunan dari misi besar "Digital Excellence" yang diusungnya. Menurut dia, infrastruktur jaringan adalah tulang punggung dari seluruh layanan publik. Tanpa protokol yang mumpuni, integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) hanya akan menjadi wacana tanpa daya dukung yang kuat.

Dia melihat bahwa kedaulatan digital di tingkat lokal harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yaitu alamat protokol internet. “Selama ini, keterbatasan IPv4 telah menjadi tembok penghalang bagi ekspansi layanan digital yang masif. Dengan IPv6, kami bukan hanya menambah kapasitas, tapi membuka gerbang menuju inovasi yang lebih luas,” ujar Tubagus Asep dalam siaran persnya, Minggu (8/3).

Asep menekankan visi Diskominfo Tangsel pada 2026 menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya canggih secara fitur, tetapi juga andal secara arsitektur. Penggunaan metode dual stack (menjalankan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan) dipilih sebagai strategi transisi agar seluruh layanan aplikasi pemerintahan tetap berjalan stabil tanpa adanya gangguan (downtime) bagi masyarakat pengguna.

Implementasi IPv6 di Tangsel memberikan dampak langsung pada pengelolaan pusat data (data center) dan jaringan backbone kota. Asep menguraikan IPv6 menawarkan fitur auto-configuration yang memudahkan pengelolaan perangkat jaringan dalam jumlah besar. Hal itu sangat krusial bagi Tangsel yang tengah gencar mengembangkan konsep Smart City berbasis Internet of Things (IoT).

Selain aspek fleksibilitas, keamanan siber menjadi poin utama dalam misi terbaru Diskominfo. Protokol IPv6 memiliki fitur keamanan terintegrasi yang lebih baik dibandingkan pendahulunya. Hal itu sejalan dengan komitmen Pemkot Tangsel untuk melindungi data pribadi warga yang terkoneksi dalam berbagai platform layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan hingga sistem perizinan terpadu.

Ke depan, pencapaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangsel untuk terus berinovasi. Tubagus Asep menegaskan bahwa teknologi IPv6 yang telah terbangun akan terus dioptimalkan guna mendukung percepatan transformasi digital yang inklusif.

Bagi masyarakat Tangsel, prestasi ini berarti harapan akan layanan publik yang lebih cepat, responsif, dan jarang mengalami gangguan akibat kendala kapasitas jaringan. Dengan infrastruktur yang kini diakui sebagai yang terbaik se-Indonesia, Tangsel telah memosisikan dirinya bukan lagi sebagai pengikut arus teknologi, melainkan sebagai penentu arah kebijakan digital di tingkat daerah.

“Tugas kami belum selesai. Penghargaan ini adalah tanggung jawab untuk terus meningkatkan standar. Kami ingin membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang bervisi teknologi, pemerintah daerah mampu menghadirkan layanan kelas dunia bagi warganya,” pungkas Asep.