Tren konsumsi Lebaran naik, penjualan elektronik Jogja melonjak 50 persen

YOGYA -
Geliat perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada bulan Maret 2026. Kondisi ini terlihat dari berbagai aktivitas ekonomi yang kembali bergeliat, terutama menjelang hari raya Idulfitri.
Tren konsumsi masyarakat kini mulai bergeser ke arah pembaruan perangkat rumah tangga dan barang elektronik. Hal ini dipengaruhi oleh adanya persiapan menyambut momen lebaran, yang biasanya menjadi waktu untuk melakukan silaturahmi dengan keluarga besar.
Direktur Utama Atakrib Grup, Rohzy Guntoro, mengamati bahwa pola konsumtif masyarakat Yogyakarta cenderung meningkat pada medio Ramadan. Terutama saat mendekati hari raya Idulfitri, di mana publik mulai mempersiapkan diri secara lebih matang.
"Ada semacam keinginan agar di rumah ada produk baru saat hari raya nanti. Kami melihat tren ini sebagai sinyal positif bagi perputaran ekonomi lokal," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Momen cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai menjadi katalisator utama di balik lonjakan permintaan beragam benda elektronik tersebut. Rohzy mengungkapkan bahwa periode satu hingga dua minggu sebelum Idulfitri menjadi fase krusial, dengan transaksi penjualan yang meroket tajam.
"Melihat animo yang ada sejauh ini, kami optimis target pertumbuhan penjualan sebesar 50 persen dapat tercapai pada musim Lebaran tahun ini," ungkapnya.
Memanfaatkan momentum tersebut, Atakrib pun kembali menggelar pameran tahunan bertajuk "Dug Deer Sale 2026" di Atrium Jogja City Mall selama 7-15 Maret 2026. Pameran ini menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun, serta sangat dinanti masyarakat DIY dan Jawa Tengah.
"Semua produk elektronik dari berbagai brand kami boyong ke pameran ini, tentunya dengan diskon dan harga spesial, karena ada flash sale dan cicilan (bunga) nol persen juga," ujarnya.
"Tapi apapun momennya, televisi selalu dominan. Saat ini masyarakat mulai melirik layar-layar besar, mulai dari 98 inci sampai 115 inci ya, untuk menghiasi rumah," tambah Rohzy.
Dijelaskan, produk seperti TCL, Aqua, hingga Coocaa belakangan menarik perhatian karena menawarkan desain menarik dan teknologi mumpuni, dengan banderol kompetitif. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen di Yogyakarta semakin cerdas dalam memilih produk yang memiliki keseimbangan antara fungsi dan harga.
"Harapan kami, ekonomi ini bisa terus bergulir dengan baik. Dengan peningkatan konsumsi ini, minimal kami bisa bernapas lebih panjang dan ekonomi daerah berputar lancar," pungkasnya.